(1) Beriman kepada ALLAH SWT
(2) Beriman kepada Malaikat-malaikat
(3) Beriman kepada Kitab-kitab
(4) Beriman kepada Rasul-rasul
(5) Beriman kepada Hari Kiamat
(6) Beriman kepada Qada dan Qadar
penjelasannya
1.Tidaklah seseorang dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 perkara:
a. Mengimani adanya Allah Ta’ala.
b. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah.
c. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak
disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah
Ta’ala.
d. Mengimani semua nama dan sifat Allah yang Allah telah tetapkan
untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam tetapkan
untuk Allah, serta menjauhi ta’thil, tahrif, takyif, dan tamtsil.
2. Maksudnya kita wajib membenarkan bahwa para malaikat itu ada wujudnya
dimana Allah Ta’ala menciptakan mereka dari cahaya. Mereka adalah
makhluk dan hamba Allah yang selalu patuh dan beribadah kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
ومن عنده لا يستكبرون عن عبادته ولايستحسرون يسبحون الليل والنهار لايفترون
“Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa
angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu
bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya`: 19-20)
Kita wajib mengimani secara rinci setiap malaikat yang kita ketahui
namanya seperti Jibril, Mikail, dan Israfil. Adapun yang kita tidak
ketahui namanya maka kita mengimani mereka secara global. Di antara
bentuk beriman kepada mereka adalah mengimani setiap tugas dan amalan
mereka yang tersebut dalam Al-Qur`an dan hadits yang shahih, seperti
mengantar wahyu, menurunkan hujan, mencabut nyawa, dan seterusnya.
3. Yaitu kita mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah kalam-Nya, dan
kalamullah bukanlah makhluk karena kalam merupakan sifat Allah dan sifat
Allah bukanlah makhluk.
Kita juga wajib mengimani secara terperinci semua kitab yang namanya
disebutkan dalam Al-Qur`an seperti taurat, injil, zabur, suhuf Ibrahim,
dan suhuf Musa. Sementara yang tidak kita ketahui namanya maka kita
mengimani secara global bahwa Allah Ta’ala mempunyai kitab lain selain
daripada yang diterangkan kepada kita. Secara khusus tentang Al-Qur`an,
kita wajib mengimani bahwa dia merupakan penghapus hukum dari semua
kitab suci yang turun sebelumnya.
4. anusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan
para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia
biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak
ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang
nyata.
Wajib mengimani bahwa semua wahyu nabi dan rasul itu adalah benar dan
bersumber dari Allah Ta’ala. Karenanya siapa saja yang mendustakan
kenabian salah seorang di antara mereka maka sama saja dia telah
mendustakan seluruh nabi lainnya. Karenanya Allah Ta’ala mengkafirkan
Yahudi dan Nashrani tatkala tidak beriman kepada Muhammad shallallahu
alaihi wasallam dan Allah mendustakan keimanan mereka kepada Musa dan
Isa alaihimassalam, karena mereka tidak beriman kepada Muhammad
shallallahu alaihi wasallam.
Juga wajib mengimani secara terperinci setiap nabi dan rasul yang kita
ketahui namanya. Sementara yang tidak kita ketahui namanya maka kita
wajib mengimaninya secara global. Allah Ta’ala berfirman:
ولقد أرسلنا رسلاً من قبلك منهم من قصصنا عليك ومنهم من لم نقصص عليك
“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu,
di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka
ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Ghafir: 78)
5. Dikatakan hari akhir karena dia adalah hari terakhir bagi dunia ini,
tidak ada lagi hari keesokan harinya. Hari akhir adalah hari dimana
Allah Ta’ala mewafatkan seluruh makhluk yang masih hidup ketika itu
-kecuali yang Allah perkecualikan-, lalu mereka semua dibangkitkan untuk
mempertanggung jawabkan amalan mereka.
6. Maksudnya kita wajib mengimani bahwa semua yang Allah takdirkan, apakah
kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah
Ta’ala.